BRMP Sulawesi Tengah Hadiri Rakor Cetak Sawah Provinsi Sulawesi Tengah
Palu, 24 September 2025 - Kepala BRMP Sulawesi Tengah Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi., M.Si., hadiri Rapat Koordinasi Program Cetak Sawah di Sulawesi Tengah, bertempat di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah.
Rakor dilaksanakan secara hybrid dan dipimpin langsung oleh Kadis TPH Sulteng bertujuan untuk mengetahui progress pencapaian target kegiatan cetak sawah di Sulawesi Tengah ini diadakan.
Sejumlah pejabat pusat dan daerah turut hadir secara offline, diantaranya Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Investasi Pertanian, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Direktur Pembiayaan Pertanian Dirjen PSP, Komandan Kodim 1306/Kota Palu, Komandan Kodim 1307/Poso, Komandan Kodim 1311/Morowali, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikulutura dan Perkebunan Kabupaten Donggala, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tojo Una-Una, Dinas Tanaman Pangan Holtikulutura dan Perkebunan (TPHP) Kab. Sigi, Dinas Kab. Parigi Moutong, Kadis Pertanian Kab. Poso, Kaids Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Morowali Utara, dan Kepala Pelaksana Swakelola SID Cetak Sawah Sulawesi Tengah Center of Technology (COT) Universitas Hasanuddin.
Sementara itu, Kadis TPHP Kab Toli Toli, Kadis TPHP Kab. Banggai dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol hadir secara online.
Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian Dr. Ir. Suwandi, M.Si., dalam arahannya mengatakan agar percepatan di lapangan signifikan maka tiap kabupaten yang sudah selesai kontrak kontruksi harus segera mengusulkan CPCL penerima benih dan sarana produksi lainnya serta segera membentuk Brigade Pangan (BP).
Selain itu, menurutnya, ketersedian alat berat (eskavator) di lapangan pada tahapan land clearing dan land laveling harus diperhitungkan dan disesuaikan luasan yang akan dikerjakan, mengingat kapasitas kerja alat berat per hari sekitar 0,5 Ha. Selesai cetak sawah harus langsung dilakukan penanaman karena program ini bukan hanya pada pencetakan sawah saja, pembiayaannya sudah termasuk dengan olah lahan yang berarti harus langsung ditanami.
Berdasarkan laporan perkembangan tahapan pekerjaan di beberapa kabupaten, dapat dikatakan progres kegiatan cetak sawah di Sulawesi Tengah cukup signifikan, khususnya di
Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Buol, dan TojoUna Una, dimana saat ini sudah pada tahap land clearing (pembukaan lahan) dan siap tanam. Proses ini melibatkan pembersihan vegetasi, serta sering kali diikuti dengan pekerjaan perataan tanah atau pembentukan tata ruang yang sesuai dengan rencana proyek.
Penulis : Masyitah Muharni
Editor : Takdir